Awas Banjir Melanda Lagi

golekpawarto.com, PACITAN – Bencana banjir tampaknya benar-benar menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia. Apalagi, banjir yang tengah melanda sejumlah daerah di Jawa Barat saat ini terbilang parah. Diprediksi, ke depannya potensi banjir akan terus meningkat lebih besar.

Banjir Solo
Banjir Solo

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana‎ (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, sejumlah daerah di Jawa Barat yang terendam banjir terparah, di antaranya, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor.

“Ke depan, ancaman banjir akan makin meningkat akibat meningkatnya kerentanan, dampak perubahan iklim global, makin kritisnya daerah aliran sungai, dan faktor lainnya,” ungkapnya kepada JawaPos.com, Jumat (22/4) malam.

Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat di daerah terdampak banjir harus selalu diingatkan pentingnya mitigasi bencana, baik struktural maupun nonstruktural. “Masyarakat harus selalu disiapkan menghadapi bencana banjir,” katanya.

Sutopo menjelaskan, banjir kali ini terjadi bukan hanya di tengah sungai, tetapi juga di bagian hilir sungai. Penyebab utama banjir adalah luapan sungai sehingga menimbulkan tanggul jebol di bagian tengah daerah aliran sungai.

“Banjir juga disebabkan adanya pasang air laut di bagian hilir sehingga banjir merendam ribuan rumah. Kerugian ekonomi mencapai miliaran rupiah,” jelas pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 46 tahun silam.

 

 

Hujan berintensitas tinggi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan pada Sabtu (18/6/2016) pagi hingga sore telah menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah daerah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya banjir dan longsor terjadi di 8 kabupaten.

“Laporan sementara dari BPBD kepada Posko BNPB, banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Kebumen, Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Banyumas, Karanganyar, Wonogiri, dan Kota Solo di Provinsi Jawa Tengah,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangannya.

Baca Juga :  Pasca Sembonyo Ikan Melimpah dengan Harga Murah

Banjir bandang melanda Desa Jatiroto dan Desa Purbowangi Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen pada Sabtu (18/6/2016) pukil 19.00 WIB. Banjir bandang akibat luapan sungai di sekitar dua desa tersebut. Tinggi banjir bandang 50-100 centimeter.

Saat petugas BPBD dan unsur lainnya fokus evakuasi warga dari banjir, dilaporkan longsor terjadi di Dukuh Semampir, Desa Sampang, Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Tiga orang diperkirakan tertimbun longsor. Petugas masih melakukan pencarian korban. Hujan menghambat pencarian korban longsor.

Longsor juga terjadi di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara pada Sabtu sore. Hujan deras sejak pukul 14.30 WIB menyebabkan beberapa wilayah di Desa Gumelem Kulon terjadi tanah longsor. Longsoran menimpa jalan.

Saat warga kerja bakti membersihkan longsoran tiba-tiba terjadi longsor susulan sehingga menimbun warga. 3 orang warga meninggal dunia tertimbun longsoran yaitu Sudarno (40), Ahmad Bahrudin (40), dan Wato (40). Longsor di tempat lain juga menimbu 2 rumah dan satu gedung PaudAUD Setia Abadi hingga roboh.

Tim Reaksi Cepat BPBD Banjarnegara telah merapat ke TKP untuk melakukan penanganan darurat, membuka posko gabungan, mengerahkan relawan, dan lainnya. Tim Gabungan (Kodim 0704 BNA, Polres Banjarnegara, Puskesmas Susukan, dan relawan) telah melakukan kordinasi dengan jajaran terkait untuk melakukan langkah-lamgkah operasi evakuasi.

Hujan deras juga telah menyebabkan Sungai Bogowonto di Kabupaten Purworejo meluap pada Sabtu (18/6/2016) pukil 17.30 WIB. Akibat banjir, 1 orang hanyut masih dalam pencarian dan 2 keluarga terdampak masih dalam pendataan.

Banjir di Kabupaten Kebumen menyebabkan jalur rel kereta api terendam banjir pada Sabtu pukul 16.00 WIB. Rel kereta api antara Ijo-Gombong di sebelah timur terowongan Ijo wilayah Desa Bumiagung, Kecamatan Rowolele, Kabupaten Kebumen terendam banjir setingi 20 cm. Kereta api mengalami keterlambatan. Pada pukul 17.20 WIB banjir sudah surut.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Bantah Kelangkaan LPG Karena Permainan Agen

Banjir juga terjadi di Kabupaten Karanganyar dan Kota Solo sehingga menggenangi permukiman dan ruas jalan. Di Wonogori hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang menimpa kabel listrik.

“Penanganan darurat masih dilakukan. Pendataan juga masih dilakukan BPBD. Masyarakat dihimbau selalu waspada karena hujan lebat masih berpotensi tinggi hingga dua hari ke depan,” ujar Sutopo.

Sumber :

  1. http://www.jawapos.com/read/2016/04/23/25125/waspada-bnpb-prediksi-ancaman-banjir-akan-meningkat
  2. http://regional.kompas.com/read/2016/06/19/02312281/ini.daerah.yang.dilanda.banjir.dan.longsor.di.jawa.tengah.bagian.selatan
  3. http://yasin_geo.staff.uns.ac.id/2009/04/21/waspada-banjir-kiriman-di-kota-solo/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.