Kekayaan Mineral dan Batuan Pacitan

Mineral dan Batuan PacitanGolekpawarto.com, PACITAN Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pertambangan Propinsi Jawa Timur menunjukkan adanya sebaran, luas areal, besarnya cadangan serta kualitas bahan galian yang ada di Kabupaten Pacitan sejumlah 33 jenis bahan tambang. Sedangkan untuk bahan Tambang yang di eksploitasi di Pacitan adalah sebagai berikut

Bentonit, adalah sejenis tanah liat yang dapat mengembang bila menyerap air. Bahan tambang ini sudah diusahakan sejak tahun 1987 oleh PT. Indobent Wijaya Mineral di Kecamatan Punung. Kondisi luas area : 21.000.000 m³, dengan rincian areal yang dieksploitasi  55,518 Ha. Untuk kegunaan bentonite sendiri adalah sebagai bahan keramik halus penjernih minyak kelapa dan kelapa sawit, pemboran minyak, gas dan panas bumi, industri pengecoran logam, pengelolaan limbah, pemboran air bersih.

Feldspar, adalah jenis mineral berbentuk kristal, terutama Kalium, Aluminosilika, Sodium dan Kalsimum yang dibentuk oleh dua lempengan menyerupai bentuk sudut, umumnya berwarna abu-abu muda, kuning kecoklatan. Bahan tambang ini sudah dieksplorasi oleh beberapa perusahaan dengan berbagai jenis seperti  keramik dinding, lantai, kebun maupun kebutuhan rumah tangga lain seperti vas bunga, tempat lilin, lamoou dan pigura foto yang telah menembus luar negeri melalui Propinsi Bali. Luas areal kandungan 950 Ha/46 juta m³, dengan rincian areal yang dieksploitasi 18,3818 Ha. Kegunaan dari feldspar adalah sebagai bahan industri keramik, porsilin, isolasi listrik, cat, gelas flux dan karet.

Kalsit, atau kalsit lebih dikenal dengan “Batu Bintang”. Unsur utamanya yang terkandung adalah marmer dan zat kapur, CaCO3 dengan warna putih ke kuning-kuningan serta memancarkan cahaya. Luas areal di Pacitan adalah 443.700 m², dengan rincian areal yang dieksploitasi 18 Ha. Kalsit berfungsi sebagai bahan gelas/kaca, Kosmetik dan pasta.

Baca Juga :  Pembangunan Bandara di Pinggiran Kota Selatan Pulau Jawa

Piropilit, adalah mineral berwarna hijau, berbentuk foliat dan butiran granula. Areal siap dieksplorasi seluas 37 Ha, dengan fungsi utama adalah sebagai bahan baku industri keramik dan porselin. Saat ini piropilit diusahakan hanya berskala kecil dengan produksi rata-rata ± 25-50 m³ perhari dan dikirim ke industri keramik di Jakarta, Cirebon, Surabaya, Semarang dan Tulung Agung.

Marmer, adalah jenis batuan dengan warna abu-abu, kuning kecoklatan dan kemerahan diusahakan masih sebatas tradisional. Luas areal 300 Ha (77juta m³), dengan rincian areal yang dieksploitasi 47 Ha. Untuk marmer di Pacitan, metode eksploitasinya masih dilakukan masyarakat secara tradisional. Fungsi utamanya adalah untuk batuan hias, Ornamen, Ubin, mebel dan bahan bangunan lainnya.

Zeolit, Kegunaan tambang ini adalah sebagai bahan pembersih/ penyerap zat cair dan udara, campuran makan ternak. Luas areal yang dieksploitasi di Pacitan adalah  11,292 Ha dari luas Areal 59.100 Ha.

Batuan Beku, yang termasuk jenis batuan beku antara lain Batu Desit, Basalt dan Andesit dan banyak terdapat di Nawangan, Pacitan, Ngadirojo dan Tulakan. Luas areal 10 juta m³, dengan fungsi adalah untuk keperluan bahan bangunan (pondasi Jalan dan lain-lain) dan diusahakan secara Tradisional. Sedang untuk batuan beku yang berbentuk bongkahan-bongkahan besar saat ini sudah diusahakan oleh perusahaan untuk Tegel dan Keramik, Tempat lilin dan lampu.

Ball Clay, disebut juga Tanah Liat Plastis. Ciri khas dari bahan galian ini adalah warna abu-abu, kemerahan, berbutir sangat halus dan mempunyai kekenyalan yang tinggi sehingga apaabila kena panas bentuk dan warna tidak berubah. Eksploitasi masih dilakukan oleh penduduk secara tradisional, dengan fungsi adalah untuk industri keramik halus dan porselin dan Gerabah halus.

Baca Juga :  Cara Penyulingan Dilem atau Nilam di Trenggalek

Sirtu, terdiri dari pasir, kerikil, kerakal yang merupakan material lepas sebagai hasil pelapukan, erosi dan pengendapan batuan yang berasal dari sekitarnya. Luas areal tidak terbatas, sepanjang aliran sungai grindulu, barak, brongkah, sundeng, tani, tumpuk, guyangan dan Ngrato. Areal dieksoloitsi berdasarkan SIPD, sampai sekarang terdapat 46 penambang yang mencapai 48,93 Ha dengan jumlah produksi: 20.688 ton. Kegunaan dari sirtu ini adalah untuk bahan pembangunan jalan dan campuran beton.

Batu Gamping, saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat setempat secara tradisional sebagai bahan bangunan ( pondasi dan campuran semen bangunan) itu pun untuk konsumsi lokal, kegunaan lainnya adalah untuk bahan pembuatan gelas, pertanian, industri gula Filter cat, kaporit dan industri plastik.

Emas, biji emas dijumpai bersama-sama di lingkungan biji “Base Metal” di Desa Pagerejo Kecamatan Ngadirojo dan Desa Kebonsari Kecamatan Punung. Areal yang dieksploitasi untuk emas ini adalah di Kecamatan Punung, Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Tegalombo.

Selain yang sudah dieksploitasi tersebut, diwilayah Pacitan juga beberapa waktu lalu, diduga ada potensi pertambangan lainnya, upaya perluasan wilayah yang diperkirakan berpotensi sebagai kilang minyak dan gas bumi lepas pantai, salah satunya adalah wilayah laut Pacitan juga masuk dalam kategori berpotensi mengandung cadangan minyak dan gas alam. Apalagi melihat memang Pacitan juga memiliki wilayah Pantai yang cukup luas untuk pengembangan SDA yang dikhususkan pengelolaan minya bumi dan gas alam di Pacitan.

Sumber : http://pacitanku.com/2012/12/06/bumi-pacitan-surga-tambang/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.