Nilai-nilai yang Terkandung dalam Upacara Adat Ceprotan

Ceprotan 2Golekpawarto.com, PACITAN – Selain nilai kebudayaan dan sejarah, upacara adat Ceprotan sekaligus legenda yang melatarbelakanginya sarat dengan nilai-nilai luhur yang harus kita cermati dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama mengenai kegigihan Ki Godeg dalam usaha-usahanya membangun Padesan yang kini dikenal dengan nama Desa Sekar, Kecamatan Donorojo menjadi daerah pertanian. Daerah ini sebenarnya merupakan daerah bebatuan tandus dengan kandungan kapur yang cukup tinggi. Kini wilayah tersebut menjadi salah satu penghasil padi dan kelapa yang cukup diperhitungkan di Kabupaten Pacitan.

Ceprotan 3Kedua mengenai kebaikan hati beliau menolong orang yang kesusahan yaitu dalam legenda Dewi Sekartaji, serta pengorbanan yang dilakukannya. Kemudian mengenai pesan yang disampaikan Sekartaji pada generasi muda untuk menggunakan pikirannya dalam mencari penghasilan memenuhi kebutuhan hidup. Pesan ini sangat perlu diterapkan dalam kehidupan saat ini. Sudah seharusnya generasi muda membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan serta keterampilan agar dapat mencapai kesejahteraan bagi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Nilai lainnya yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah mengenai ingkung yang di sediakan di tengah arena. Ingkung ini memang seolah menjadi sentral dari Upacara Ceprotan karena melambangkan rezeki yang dicari. Namun ingkung tersebut tidak diperebutkan. Hal ini menunjukkan bahwa kita memang harus berusaha optimal dalam meraih apa yang kita inginkan tetapi jangan sampai melanggar hak dan kepentingan orang lain.

Ceprotan 4Doa pada awal dan penutupan upacara juga memiliki nilai tersendiri, bahwa kita harus memulai dan mengakhiri setiap usaha-usaha yang kita lakukan dengan doa. Dengan doa yang melambangkan pengharapan dan kepasrahan kita terhadap Sang Pencipta, kita harus meyakini jika usaha yang kita lakukan sudah maksimal, Allah akan membalasnya dengan hasil memuaskan.

Baca Juga :  Hutan Durian Terluas Sedunia di Trenggalek

Prospek Nilai dalam Kehidupan Nasional

Nilai-nilai dalam Upacara Adat Ceprotan tersebut tentu memiliki prospek dalam kehidupan nasional. Pertama adalah masalah keyakinan kita terhadap Tuhan. Kegiatan doa pada awal dan penutupan upacara yang melambangkan pengharapan dan kepasrahan kita terhadap Sang Pencipta, mengingatkan bahwa kita harus memulai dan mengakhiri setiap usaha-usaha yang kita lakukan dengan doa.

Ceprotan 5Disadari atau tidak, masyarakat Indonesia yang terkena imbas globalisasi dan meningkatnya tekanan hidup terutama di bidang ekonomi, kebanyakan menjadi semakin sekuler. Mereka bersusah payah mengejar tujuannya namun lupa berdoa untuk meminta bantuan, rahmat, serta restu dari Sang Penguasa Alam. Saat mereka mendapatkan apa yang dicita-citakan, mereka lupa bersyukur pada Kekuatan Tak Terlihat yang menuntun dan memudahkan jalan mereka dalam proses pencapaian tersebut. Sedangkan jika mereka gagal, orang-orang tersebut akan menggerutu pada Tuhan. Mereka mengalihkan kekecewaannya dan mencoba menutupi kegagalan yang sebenarnya bersumber dari diri mereka sendiri dengan menyalahkan Penciptanya.

Selanjutnya mengenai sikap gemar menolong yang rupanya saat ini ikut menghilang dalam diri bangsa Indonesia bersama hilangnya butir-butir Pancasila dari bagian resmi lima sila tersebut dan dihapuskannya pembelajaran mengenai butir-butir Pancasila dalam kurikulum resmi pelajar. Manusia-manusia yang menjadi komponen bangsa ini tampaknya lebih senang saling menuding atas kerusakan-kerusakan serta kesulitan di berbagai sektor yang dialami oleh negara. Jika sikap saling menolong ini saja sudah langka, apalagi pengorbanan yang dibutuhkan untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Saat ini hal tersebut seperti sebuah fairy tale atau impian belaka.

Ceprotan 6Kemudian intisari dari upacara tersebut yaitu mengenai cengkir. Bangsa ini membutuhkan otak-otak yang siap diperas untuk memikirkan banyak hal demi terwujudnya solusi konkret demi terciptanya Indonesia yang lebih baik. Generasi muda yang menjadi fokus utama, harus giat menuntun ilmu pengetahuan, bukan hanya untuk formalitas, gelar, ataupun merencanakan masa depannya sebagai keryawan melainkan lebih dari itu yaitu untuk mewujudkan lapangan-lapangan kerja, inovasi-inovasi dan kreativitas tingkat tinggi yang diperlukan untuk mengangkat kesejahteraan, harkat, serta martabat bangsa ini.

Baca Juga :  Pacitanian Culture, The Heaven of Java

Lalu mengenai ingkung yang telah disinggung beberapa kali. Detail kecil ini juga menyumbangkan nilai yang berprospek dalam kehidupan nasional. Kita diingatkan agar dalam usaha-usaha pencapaian tujuan, kita tidak boleh saling sikut. Fenomena negatif ini telah mewarnai berbagai aspek kehidupan sehari-hari di Indonesia. Mulai dari bidang politik, sosial, ekonomi, bahkan agama.

Ceprotan 7Secara utuh, upacara ini mengajak generasi penerus bangsa ini untuk menengok ke belakang, melihat dan meneladani apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita dan menerapkannya dalam kehidupan masa kini. Dimulai dari perilaku pribadi hingga sikap berbangsa dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber : Kepala Desa Sekar, Juru Kunci Desa Sekar 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.