Peradaban Manusia Tertua Di Dunia

golekpawarto.com, PACITAN – Bermula dari ditemukannya fosil manusia purba di Dusun Weru, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, fakta geologi ini membuka logika kita adanya Peradaban yang lebih tua dari pada situs Gunung Padang yangditemukan di Cianjur. Song Terus kemudian diteliti oleh tim arkeolog dipimpin warga Prancis, Francois Semah. Penggalian di situs Song Terus tersebut, tim menemukan kerangka manusia purba dari ras Austrialid yang hidup sekitar 12.000 tahun SM.

Dipangil akrab “Mbah Sayem” Laki-laki berumur 40 s/d 50 tahun ini telah dikubur di Goa Song Terus kira-kira 10.000 tahun yang lalu. Beliau dibekali dengan beberapa tengkorak monyet dan memegang alat batu dan alat tulang di kedua tangannya. Kuburnya ditutupi dengan menggunakan daun Pakis dan sepotong besar sapi yang dibakar diatasnya.

Teknologi peralatan manusia purba Pacitanian lebih unggul jika di banding dengan penemuan di Ngawi dan Sangiran, tetapi temuan fosil di Pacitan kalah banyak. Situs purbakala prasejarah Pacitan dapat dilihat di Museum Song Terus. Selain menyimpan benda prasejarah, di museum ini juga dipajang berbagai peralatan budaya tradisional. Manusia purba telah sampai di Pulau Jawa kira 1,6 juta tahun yang lalu, dan fosilnya misalnya ditemukan di kubah (di utara Kota Solo, World Heritage Site)

Daerah Gunung Sewu

Punung Pacitan menjadi terkenal karena banyak diketemukan situs Pra Sejarah. Di undak sungai misalnya sungai Bak Soka, di lapisan pengisi Goa contohnya di Song Keplek, Song Terus, Song Gupuh, Goa Tabuhan dan Goa Gamprit. Serta dibeberapa bentang alam sekaligus budaya yang menampilkan penghunian prasejarah misal bengkel neolitik di Situs Ngrijangan.

Goa Song Terus merekam lebih dari 300.000 tahun dalam sejarah manusia purba. Sejarah yang panjang ini telah menjadi saksi dari pergantian Homo Erectus (yang alat batunya ditemukan pada lapisan paling bawah) oleh manusia yang modern (Homo Sapiens, seperti kubur yang ditemukan di goa) Mbah Sayem. Disitus Song Terus telah ditemukan lapisan penghunian Goa yang tertua di Asia Tenggara (120.000 tahun yang lalu).

Baca Juga :  Mengenang Kereta Api Slahung Madiun

Bentang Alam

Pada kala Miosen (23 s/d 5 juta tahun yang lalu) batu karang terbentung sepanjang pesisir Samudra Hindia, dan tufa gunung berapi mengendap di sela-selanya. Lerena gunung berapi diselubungi oleh hutan. Formasi-formasi tersebut terangkat beberapa kali sampai akhir kala Plestosen Bawah (1 juta tahun yang lalu) kemudian dierosi dan membentuk betang alam Karst yang khas Gunung Sewu.

Bentang alam Watukarung Pringkuku, Wareng Punung dan Sekar Donorojo menjadi pemandangan yang membuka pemahaman logika sehingga membuat orang untuk berspekulasi menganalisis sendiri, di daerah ini dulu pernah ada kehidupan yang maju pada jamannya.

Membaca Didalam Lapisan Tanah

Menggali berarti menterjemahkan sejarah dari goa. Dalam bahasa arkeologi dan speleologi teknik penggalian lebih dikenal dengan Excavation yaitu kita harus mencari jejak dari semua peristiwa alam yang mengakibatkan pengisian goa (dinamika pengendapan, hewan dan lain-lain) dan yang membantu untuk mengerti umur dari lapisan tanah serta lingkungan purba.

Kita juga meneliti dengan tekun benda-benda yang ditinggalkan oleh manusia purba (alat, sisa-sisa hewan yang diburu, tempat perapian dan lain-lain). Situs dan penemuan yang terkain adalah warisan sangat berharga yang perlu dilestarikan dan dilindungi.

Proses pengerosian di karst membentuk goa di dalam bukit dan juga sungai di bawah tanah seperti yang menggali kira-kira 20 meter di bawah Song Terus. Rongga dan lorong tersebut diisi oleh stalaktit dan stalakmit, yang tumbuh memakai karbonat yang terkandung di dalam air rembesan yang menetes. Goa-goa juga terisi juga oleh lapisan yang merekam sejarah alam dan sejarah arkeologis di daerah ini.

Stratigrafi

Lapisan pengisi goa Song Terus …… (Bersambung)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.