Potensi Dan Manfaat Singkong Yang Luar Biasa

Salah satu potensi hasil alam yang cukup melimpah di nusantara termasuk di Pacitan, Ponorogo dan Trenggalek serta wilayah lain yang masih memiliki lahan kering adalah singkong. Bahkan singkong pada saat Indonesia baru merdeka menjadi makanan pokok dari ketiga wilayah tersebut, singkong diolah menjadi gaplek kemudian dimasak menjadi tiwul. Makanan ini menjadi makanan pokok dari ketiga wilayah ini karena mudah ditanam dan tidak mudah terserang berbagai hama. Selain dilahan kering singkong biasa ditanam oleh petani di sela pembatas sawah sehingga dari ketiga wilayah ini hampir seluruh wilayahnya ada tanaman singkongnya baik dalam jumlah kecil sebagai konsumsi pribadi maupun jumlah besar yang biasanya ditanam dipekarangan atau perkebunan lahan kering.

Dengan melimpahnya bahan baku singkong, bahkan di Ponorogo dan Trenggalek telah berdiri pabrik tepung, sehingga singkong yang tidak habis dikonsumsi sekarang sudah diterima pabrik. Walaupun belum ada budidaya yang serius dari pemerintah namun budaya menanam singkong sudah lama dilakukan oleh masyarakat dan sampai saat ini tradisi tersebut masih berjalan normal. Singkong biasanya dijadikan camilan pada saat musim hujan karena dengan di rebus singkong sudah bisa dikonsumsi dan bisa membuat perut cepat dan awet kenyang.

Kebiasaan masyarakat petani, baik di Ponorogo, Trenggalek serta Pacitan menamam singkong merupakan tradisi leluhur yang masih dilakukan hingga saat ini, walaupun singkong sudah tidak lagi menjadi bahan makanan pokok di ketiga wilayah tersebut namun singkong tetap dijadikan sebagai makanan camilan yang cukup menarik, untuk mengurangi kejenuhan makan singkong maka banyak sekali model olahan singkong selain direbus dan digoreng yang kini bisa ditemui dipasaran seperti jongkong, gethuk, kripik, kerupuk singkong, kolak, kicak, donat singkong, cenil, tape singkong dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Potensi Wisata di Trenggalek

Banyak sekali jenis singkong yang biasa di tanam oleh petani namun dari berbagai jenis tersebut hanya dapat dikatagorikan menjadi 2 saja yaitu singkong yang enak dan singkong beracun. Singkong enak artinya singkong yang bisa langsung dikonsumsi cukup dengan dibakar, direbus maupun digoreng sedangkan singkong beracun adalah singkong yang apabila dikonsumsi harus melalui berbagai proses agar aman dikonsumsi, hal ini biasanya harus melalui proses yang cukup rumit yakni mulai dari dikupas, dikeringkan, direndam baru bisa di proses menjadi bahan makanan dan untuk singkong beracun ini biasanya dijadikan gaplek sebagai bahan untuk membuat nasi tiwul.

Singkong merupakan salah satu makanan yang cukup populer di Indonesia dan ternyata makanan ini mengandung berbagai manfaat yang cukup baik bagi kebutuhan kesehatan tubuh kita karena singkong mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, serat dan kalori yang cukup tinggi. Bahkan kandungan kalori yang cukup tinggi dalam singkong membuat makanan ini lama dicerna oleh tubuh sehingga menjadikan perut tidak mudah lapar. Selain dijadikan makanan, ternyata singkong juga bisa  dimanfaatkan untuk penyembuhan berbagai macam penyakit kanker, terutama dalam mengatasi kanker kandung kemih dan kanker prostat. Untuk dimanfaatkan sebagai pengobatan singkong bisa langsung dikonsumsi dalam jumlah tertentu namun lebih amannya singkong cukup direbus saja dan langsung dikonsumsi secara rutin, walaupun belum ada penelitian khusus tentang berbagai manfaat dari singkong rebus terhadap penyembuhan berbagai macam penyakit namun tidak ada salahnya jika mengkonsumsi singkong rebus secara rutin karena singkong sangat baik terhadap pencernaan serta mencegah berbagai potensi timbulnya penyakit kanker.

Mengkonsumsi singkong selain bermanfaat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit kanker, selain sebagai sarana untuk penyembuhan penyakit kanker singkong yang diparut juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan luka luar yang bernanah dengan cara parutan singkong cukup ditempelkan pada luka tersebut. Selain itu bagi yang memiliki riwayat diabetes mengkonsumsi secara rutin umbi singkong ternyata jauh lebih baik daripada mengkonsumsi nasi, hal ini dikarenakan singkong tidak memiliki kandungan kadar gula tinggi sebagaimana nasi sehingga menjadikan singkong jauh lebih aman dikonsumsi secara rutin bagi penderita diabetes.

Baca Juga :  Gubernur Soekarwo Keberatan Trenggalek Bangun Bandara

Selain umbinya, singkong juga bisa dimanfaatkan daunnya baik untuk sayuran maupun penyembuhan berbagai macam penyakit. Kalau kita ke warung makan padang biasanya ada sayuran singkong tersedia di sana, rasanya cukup lezat dan segar serta menambah rasa nikmat masakan padang. Daun singkong juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit rematik, caranya adalah ambil daun singkong secukupnya atau minimal 5 lembar kemudian 15 gram jahe dan kapur sirih secukupnya. Bahan tersebut ditumbuk halus dan sedikit ditambah air, oleskan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit. Selain dibuat ramuan oles untuk menyembuhkan penyakit rematik, daun singkong bisa dikonsumsi sebagai sayuran agar terhindar dari penyakit nyeri sendi atau rematik.

Tidak semua jenis singkong baik umbi maupun daunnya bisa dikonsumsi secara langsung, karena jika salah memilih bukan manfaat yang kita dapatkan tetapi justru racun yang sangat mematikan yang akan menimpa. Jenis singkong tertentu seperti pandesi, pandemir, ndruwo dan sejenisnya mengandung racun sianida yang cukup berbahaya, bahkan hewan peliharaan seperti kambing pun ketika mengkonsumsi daun dari jenis singkong tersebut akan mengalami keracunan dan tidak jarang mati akibat keracunan daun singkong tersebut. Jenis singkong ini sangat manjur untuk mengobati kanker namun dalam jumlah tertentu saja, petani mengolah singkong ini biasanya dijadikan nasi tiwul dengan melalui proses yang cukup rumit, yaitu dengan mengupas dan menjemurnya terlebih dahulu hingga kering. Setelah kering singkong ditumbuk halus atau di selep hingga menjadi tepung, baru dijadikan nasi tiwul yang cukup lezat dan bermanfaat dalam menjaga metabolisme tubuh. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih singkong yang mau dikonsumsi secara langsung dan sebaiknya ditanyakan kepada petani atau yang mengetahui apakah singkong beracun atau singkong yang enak.

Baca Juga :  Agrobisnis Budidaya Tanaman Kencur Berkualitas Ekspor

Mudah-mudahan artikel ini menambah wawasan pengetahuan kita tentang bahan makanan yang baik dan aman dikonsumsi, sehingga makanan tradisi nenek moyang khususnya di wilayah Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan tetap bisa dipertahankan karena ternyata tradisi tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Banyak kuliner yang tersebar di ketiga wilayah tersebut yang menyediakan menu nasi tiwul serta makanan olahan dari singkong seperti getuk golan, kripik singkong, cenil yang seakan menjadi ciri khas dari wilayah yang banyak tanaman singkongnya.

Puluhan bahkan ratusan ton singkong yang dalam setiap harinya diangkut dari Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan namun tanaman ini belum menjadi komoditas yang menjanjikan bagi kesejahteraan petaninya. Semoga potensi sumber daya alam yang melimpah ini menginspirasi kita semua untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya serta mampu meningkatkan kesegahteraan warga.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.