Teori Evolusi Tidak Harus Memahami Manusia Berasal Dari Kera

golekpawarto.com, PACITAN – Teori evolusi tidak harus memahami manusia berasal dari kera, karena memang ada missing link yang sampai sekarang belum terpecahkan. Akan tetapi bukti fosil manusia purba ya begitulah adanya. Kalau kita tidak mau mempelajari teori evolusi dan langsung menolaknya, anak cucu kita akan kehilangan kesempatan untuk menjadi ahli dalam penelitian manusia purba yang bisa bekerja sama dengan ahli lain diseluruh dunia.

Apalagi jika penolakan itu hanya karena khayalan dan pikiran sempit tidak mau nenek moyang kita punya wajah jelek, maunya nenek moyang kita punya wajah seperti justin bieber, shakruk khan atau saddam husein,  sungguh disayangkan, indonesia akan kehilangan kesempatan memiliki ahli teori evolusi.

Evolusi merupakan sebuah penelitian dengan data temuan, selain fosil tengkorak juga gua tempat mereka tinggal dan peralatan batu seperti kapak dan mata tombak. Disamping itu juga temuan tengkorak hewan seperti mammoth dan singa purba. Bangsa kita akan menjadi bangsa yang mundur jika selalu menolak untuk menelaah kasus sejarah dan arkeologi secara ilmiah, apalagi penolakan itu datangnya dari erkumpulan atau padepokan khayalan model subur kanjeng brajamusti.

Evolusi Manusia Purba di Indonesia

Terima kasih mas Tjahja Tribinuka, melalui media sosial telah banyak berkontribusi pada ilmu pengetahuan. Indonesia adalah lahan yang kaya dengan temuan arkeologi, sampai di Jawa tengah dibuat museum sangiran yang dipakai oleh ahli teori evolusi diseluruh dunia untuk penelitiannya. Berkarir dan bekerja secara profesional dibidang sejarah dan arkeologi.

Sun Aryo juga mengusung Teori Meteor jatuh itu paling maximal masih sebatas spekulasi karena tidak ada bukti yang mendukungnya. Dan jatuhnya meteor itu pun dispekulasikan terjadi jauh sebelum adanya manusia purba. Yaitu masa dinosaurus. Masa dinosaurus jauh lebih tua sebelum hadirnya manusia purba. Teori jatuhnya meteor itupun dicetuskan untuk menyoal sebab sebab musnahnya dinosaurus. Bukan untuk melacak asal usul manusia.

Baca Juga :  Pahlawan Ulung di Monumen Jendral Sudirman

Mde Sudarta menggolongkan manusia berasal dari keluarga homonidae (kera besar) sebagai keluarga besar kita family, subfamily kita adalah hominin hanya ada 3 yaitu gorilla, simpase dan Manusia.Tribe kita homonini (menyatukan manusia dan simpase banyak kemiripan, sama punya gigi taring dan tulang jari kaki, gorilla tergeser, Genus manusia adalah homo, bedanya homo dengan simpase adalah otak, otak manusia lebih besar volumenya, spicies manusia adalah homosapien, makluk bijaksana,

Pemahaman Teori Evolusi Darwin

Sekarang baru mudah memahami teori evolusi Darwin. Keaneragaman mahluk hidup karena modifikasi dari seleksi alam yang berhasil hidup dengan alamnya yang tepat (survivel of the fittest dan mampu bereproduksi). Evolusi manusia adalah proses evolusi yang membawa muncul anatomi manusia modern dari sejarah primate, terutama genus homo, adanya homo sapien yang merupakan spesies khusus dari hominid (kera).

Gede Putu Mariasa juga menyampaikan dua hal penting dalam perjalanan evolusi manusia adalah mulai berjalan dengan dua kaki (bipedal) dan bisa memanfaatkan api.

Dua hal ini lah yang memicu percepatan evolusi manusia dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Kesimpulan paham atas teori evolusi adalah suatu pencapaian merekayasa. Yang mana seseorang harus mencapainya sendiri dengan mempelajari bahan-bahan yang relevan dan diakui secara imiah.

Bedy Wibowo bukti kedua adalah, walaupun 99% DNA simpanse persis manusia, tapi bila dikawinkan tak akan terjadi pembuahan atau kelahiran, pembuahan akan terjadi bila hasil perkawinan 2 spesies yg sebangsa (sama ras). Antara spesies, bangsa, ras menunjukkan arti yg sama, misal ras gajah harus kawin dengan ras gajah, tidak bisa dioplos dengan ras kerbau, tidak akan terjadi pembuahan.

Demikian juga ras simpanse tak akan terjadi pembuahan bila dikawinkan dengan ras manusia. Genus beda tidak bisa menghasilkan keturunan, berarti teori darwin yang tidak mengatakan leluhur awal manusia dari kera, berarti tidak tepat tak terbukti secara ilmiah. Teori Darwin bingung pada fase ini. Terputuskan antar lompatan kera ke manusia sampai akhir duniapun missing link tersebut tidak akan pernah ketemu.

Baca Juga :  Pahlawan Ulung di Monumen Jendral Sudirman

Teori Metorit Jatuh

Teori baru juga bisa diilmiahkan dengan adanya kejadian jatuhnya meteorit di Amerika yang melenyapkan era dinosaurus dan manusia purba,kemudian diganti dengan kehidupan yang baru. Di era inilah manusia modern baru muncul.

Sedangkan Abdul Wijaya Malik membenarkan manusia yang berevolusi adalah individu-individu yang sukses bertahan dalam seleksi alam yang mampu mengembangkan tubuh dan fungsi otaknya dalam mempertahankan hidup. Darwin tidak mengatakan bahwa manusia berasal dari kera secara pasti. Teori darwin memang melihat adanya missing link tersebut. Pada tingkatan Kingdom makluk hidup manusia dan hewan memang jelas berbeda namaun perlu dimengerti adalanya teori Darwin sudah mampu menghasilkan penemuan fosil-fosil hingga tingkat paling dasar.

Bali Dwipa menambahkan, bukan kera yang jadi manusia, tapi kera dan manusia memiliki moyang yg sama, dulunya tidak ada manusia dan kera, tapi sebuah makhluk (bukan kera) yang kemudian sebagian berevolusi jadi manusia, sebagian jadi kera pada masa kini. Dwi Purwanto Yg di maksud darwin adalah mahluk hidup yg mirip kera yg mempunyai hidung mancung dan badan yg tidak berbulu hanya mirip bukan berarti kera. Dan Siwi Sang menyampaikan kalau bentuk dan postur tubuh manusia purba itu adalah hasil rekayasa ahli arkeologi dengan mengandalkan beberapa temuan gigi lalu direka-reka bentuk utuh manusia berikut keluarganya. Gambar ekosistem manusia purba tersebut untuk kepentingan penjelasan ilmiah dan merupakan media visual saja.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *